Wisata Sejarah Mengunjungi KRI Pasopati 410

Bagaikan poros maritim Indonesia timur, Kota Surabaya masih menampakkan kejayaannya. Pelabuhan Tanjung Perak jadi fakta kuatnya maritim Surabaya. Tidak cuma itu, Monumen Kapal Selam ataupun yang biasa diucap dengan Monkasel pula sempat jadi salah satu kapal tempur fakta kehebatan maritim Indonesia. Monumen ini tidaklah bangunan yang mirip dengan kapal selam, tetapi kapal selam sungguhan yang terencana dinaikan kedaratan buat mengenang keberanian para pejuang.

Terletak di Jalur Pemuda, Embong Kaliasin yang posisinya pas di jantung kota, membuat monumen ini gampang sekali buat didatangi. Tempatnya sendiri terletak di samping parkir timur Plaza Surabaya. Jadi bila lagi terletak di Plaza Surabaya, kamu tinggal jalur kaki saja buat hingga ke Monumen Kapal Selam. Monumen buka dari jam 08. 30 Wib sampai 21. 00 Wib. Harga tiket masuknya sebesar Rp. 15. 000 per orang.

Sehabis jalan- jalan pagi, aku serta sahabat aku menyempatkan diri buat mendatangi monumen kapal selam terbanyak di Asia ini. Dikala awal kali masuk zona Monkasel terdapat suatu motto satuan kapal selam bertuliskan“ Sabar Hingga Akhir”, suatu motto yang menggambarkan tentang keberanian, keuletan, kesabaran, ketenangan serta keteguhan. Dikala hendak menaiki kapal di bagian membawa ada papan data- data dari kapal selam ini.

Bernama KRI Pasopati 410, Montasel tercantum jenis SS Whiskey Class serta terbuat di Vladi Wostok Rusia pada tahun 1952. Kapal ini mulai digunakan Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1962. Tugasnya merupakan menghancurkan garis musuh dan melaksanakan pengawasan, serta penggerebekan secara diam- diam. Kapal dengan panjang 76, 6 m ini sempat pula dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru bagaikan upaya buat melepaskan rakyat Irian Jaya dari cengkraman Belanda.

Sehabis menaiki tangga, kamu hendak hingga di pintu masuk kapal selam serta disambut oleh seseorang penjaga dengan pakaian pelayar yang memohon karcis kamu. Di situ pula terdapat seseorang guide yang hendak mengantar kamu memandang ruang- ruang di dalam kapal serta menarangkan sedikit sejarah dan guna ruangnya. Kapal ini mulai menyudahi digunakan semenjak tahun 1989 serta formal pensiun pada tahun 1990 serta ditetapkan bagaikan Monumen Kapal Selam pada tahun 1998.

Terdapat 7 ruang dalam kapal besar ini. Ruang pertama

yang hendak kamu masuki merupakan ruang Haluan Torpedo. Ruangan tersebut mempunyai 4 lubang di bagian depan buat 4 torpedo. Ruang kedua merupakan Ruang Bersantai. Ada 2 tingkatan matras bercorak hijau serta meja di depannya. Di dekat meja terdapat potret- potret komandan yang sempat melaksanakan kapal ini. Komandan kapal memilikiruang tertentu yang diucap Ruang Komandan. Ruangan tersebut berbentuk kamar dengan dimensi yang kecil serta lebih privat. Di dalam kamar komandan pula ada matras hijau, meja, serta lemari.

Ruang berikutnya merupakan jembatan utama serta pusat komando. Di ruang ini ada bermacam perlengkapan. Terdapat giro kompas, dinding hitung, pengatur temperatur, serta teropong buat mengintai. Sebab penasaran, aku berupaya mendekatkan mata ke teropong pengintai. Namun yang aku miliki cuma cahaya putih cerah saja. Walaupun begitu, asik pula berupaya perlengkapan yang terdapat di mari. Jadi berasa turut berpetualang mengarungi samudra luas deh.

Ruang keempat merupakan Ruang Tidur. Ada tempat tidur ABK, ruang makan ABK, dapur dan tempat penyimpanan bahan santapan.

Di bagian kiri sangat balik ada perlengkapan bantu( kompresor hawa serta conventer listrik). Lanjut ke ruang berikutnya merupakan Ruang Mesin Diesel serta Halte Mesin.

Ruang keenam merupakan kamar mesin listrik. Di mari ada 2 buah motor listrik, generator pokok buat menggerakkan baling- baling ataupun pengisian baterai. Motor listrik ini bisa berperan ganda. Apabila diputar oleh tenaga listrik dari baterai hingga berperan bagaikan motor listrik penggerak profiler serta apabila diputar oleh diesel pokok bagaikan generator, hingga gunanya berganti jadi pengisian baterai. Di mari pula ada 2 motor murah yang digunakan dikala kapal berlayar dengan memakai kecepatan murah. Bersinambung ke

ruang terakhir merupakan Ruang Torpedo Bagian Buritan yang mempunyai 2 lubang buat 2 torpedo.

Sehabis mengintip bagian dalam kapal selam, kamu dapat mengarah ke ruang diorama yang terletak di balik zona. Di mari hendak diputar film yang berisi sejarah Kapal KRI Pasopati 410. Durasi film dekat 15 menitan.

Suatu pengalaman menarik dapat merasakan terletak di dalam kapal selam yang sangat besar ini. Kamu tentu mau merasakannya pula kan?

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*