Kisah Tarian dari Berbagai Dunia Yang Mengagumkan

Hasil gambar untuk tarian terbaik

Budaya di dunia ini penuh dengan cerita dan sejarah. Budaya yang dimaksud tidak hanya dalam bentuk ritual, kebiasaan atau musik. Tapi menari juga.

Bahkan di indonesia juga ada banyak hal menarik dari tari – tarian khas daerahnya, yang mengandung unsur – unsur sejarah, seperti misalnya sejarah tari jaipong yang melegenda di indonesia

Di dunia ada begitu banyak tarian sebagai bentuk seni pertunjukan. Berikut adalah empat tarian di dunia yang memiliki cerita yang bermakna. Dan ternyata Malang juga memiliki tarian yang kuat dengan sejarah yang luar biasa.

Tarantella

Ada tiga asal usul tarian Tarantella. Pertama, tarian rakyat ini dimulai dengan gigitan laba-laba Tarantula, Arania atau Apulcian. Tarian itu sendiri digunakan untuk menghilangkan racun yang berasal dari gigitan laba-laba.

Kedua, ini berasal dari kisah religius Tari St Vitus yang sering disebut sebagai wabah tarian di Abad Pertengahan. Ketiga, Tarantella berasal dari desa Toranto dan Tarantum.

Di sana wanita yang bekerja di ladang akan terus menari ketika mereka digigit laba-laba. Ini bertujuan untuk berkeringat agar racun keluar melalui pori-pori mereka.

Tari Sema

Tarian Sema telah dipertunjukkan selama 700 tahun oleh para Sufi. Devish (Turki dan Arab) berasal dari kata Persia Darwish (artinya kusen pintu) yang menggambarkan para Sufi yang berada di ambang pencerahan.

Banyak yang mengatakan istilah sufi (sufi dalam bahasa Arab berarti wol) muncul dari kebiasaan para nabi yang menggunakan mantel wol.

Tarian yang identik dengan gerakan berputar ini mereka lepaskan dari kehidupan duniawi dan bergabung dengan Tuhan.

Mereka membuka kedua tangan dengan tangan kanan menghadap ke atas untuk mendapatkan berkah dari surga dan tangan kiri menghadap ke bawah untuk memberikan berkah bagi bumi. Tarian berakhir dengan pembacaan Alquran.

Tari Bedayan Malang

Tarian Bedayan sering digunakan sebagai tarian penyambutan.

Tarian Bedayan ini mengimplikasikan keterbukaan dan kesederhanaan yang merupakan penggambaran sifat dan sikap keterbukaan masyarakat Malang yang diekspresikan melalui kesederhanaan dan keterusterangan.

Berdasarkan legenda, tarian ini menggambarkan pertemuan antara raja Jawa dan Nyi Roro Kidul.

Tarian Bedaya terdiri dari sembilan penari, yang masing-masing memiliki peran sendiri, tetapi masih bersatu dalam kesatuan gerak yang indah.

Para pemerannya juga diberi nama Batak, Gulu, Dada, Buncit, Endel Weton, Endel, Apit Wingking, Apit Ngajeng, dan Apit Meneng.

Selain itu, terdapat salah satu sejarah menarik, yaitu tentang sejarah kerapan sapi, kebudayaan ini mengandung unsur sejarah yang tinggi yang terus ada secara turun temurun hingga sekarang di indonesia.

Barongsai

Seni ini sudah ada sejak abad ke-15. Pertunjukan seni ini berarti mengusir hal-hal buruk yang akan terjadi. Ada beberapa versi dari sejarah Lion Dance. Nian atau monster adalah versi yang paling populer.

Dikatakan bahwa selama Dinasti Qing, di suatu daerah di Cina, ada monster yang mengganggu ketenangan penduduk setempat.

Kehadirannya sampai menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Pada saat itu muncul singa atau biasa disebut tarian singa untuk menghalangi dan menakuti monster itu.

Monster yang merasa terluka akhirnya dibalaskan dengan mengganggu penduduk sekitarnya. Akhirnya penduduk setempat menciptakan kostum Tarian Singa untuk menakuti monster itu.

Munkin cukup demikian pembahasan artikel ini, jika anda tertarik dengan artikel lainnya dari kami, kunjungi web toriqa.com.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*