Bima, Nusa Tenggara Barat

BBima, adalah kota dan kabupaten di Nusa Tenggara Barat, ibukotanya adalah Woha. Bima dibangun pada abad 5 Juli 1640 berdasarkan Islam Syariah dan dipimpin oleh Sultan Abdul Kahir sebagai Sultan Bima I. Sejak saat itu Bima dibagi dalam beberapa kerajaan dan pemimpin.

Bima dibatasi oleh lautan Flores di Utara, Lautan Indonesia di Selatan, Kabupaten Dompu di Barat dan selat Sape di Timur. Wilayah topografi mayoritas Kabupaten Bima (70%) adalah dataran tinggi gunung bertekstur sedangkan sisanya (30%) polos.

Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, berbagai peluang investasi secara prospektif dikembangkan di Bima, antara lain di bidang: jasa, termasuk transportasi, listrik dan telekomunikasi, perdagangan, agribisnis / agro-industri, industri air minum dalam kemasan, industri kecil dan kerajinan tangan, pariwisata dan pendidikan.

Secara historis, kota ini adalah pusat Kesultanan Bima. Dengan warisan kekayaan budaya yang dimiliki, Kota Bima dapat mengembangkan wisata budaya dengan budaya Islam sebagai basisnya. 

Asi Mbojo (istana kekaisaran), makam raja-raja dan orang-orang kudus, permainan dan seni rakyat dan upacara keagamaan seperti perayaan Maulud, U’a Pua dan prosesi pelantikan raja dan objek serta acara lainnya sangat menarik. 

Wisata alam dan kelautan juga bisa dikembangkan. Kawasan Pesisir Pantai Kota Lawata hingga gerbang dapat dikembangkan sebagai pusat perdagangan keramahtamahan dan cinderamata. Park City juga dapat dibuat sebagai alternatif bagi wisatawan domestik.

Menurut artikel yang telah saya baca di milenialjoss.com Potensi wisata yang akan dikembangkan di wilayah ini adalah:

– Wisata alam, termasuk Pantai Lawata, Pantai Amahami, Pantai Oi Ni’u, Pantai ule, Pantai Kolo dan Pulau Kambing
– Wisata budaya, termasuk museum Asi Mbojo, kuburan Tolobali, bukit Danatraha (kompleks makam Kesultanan Bima) dan Benteng Asakota.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*