Apa Saja Perbedaan SPT Bulanan dan Tahunan

Apa Saja Perbedaan SPT Bulanan dan Tahunan?

Mungkin dalam benak hampir semua orang yang baru saja berada di dunia bisnis bingung tentang apa perbedaan dalam pengembalian pajak bulanan dan tahunan? SPT atau kependekan dari SPT Tahunan adalah pemberitahuan pajak yang mengacu pada tahun yang dicakup oleh SPT tertentu.

Tahun fiskal untuk individu berlaku dari 1 Januari hingga 31 Desember dan termasuk pajak yang harus dibayar atas pendapatan selama tahun tersebut. Misalnya, pajak yang dipotong atau dibayarkan untuk pendapatan selama tahun kalender 2019 akan dimasukkan dalam SPT pada bulan April 2020. Jadi, apa perbedaan antara SPT bulanan dan tahunan? Penjelasan berikut

Definisi pajak tahunan

Dalam Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan, pajak mengacu pada periode 12 bulan yang dicakup oleh pajak. Individu dikenakan tahun fiskal kalender, yang dimulai pada 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember. Pengembalian pajak umumnya harus diajukan tahun berikutnya, yang mencakup periode tahun kalender.

Pajak bisnis dapat diajukan menggunakan kalender atau tahun fiskal, yang mungkin tidak cocok dengan tanggal mulai 1 Januari.

SPT tahunan adalah periode akuntansi tahunan untuk membayar atau mengurangi pajak, mencatat dan melaporkan pendapatan dan pengeluaran. Orang-orang mematuhi tahun fiskal kalender, di mana pajak yang terkait dengan 2019 harus dibayar. Perusahaan dapat menggunakan kalender atau tahun fiskal untuk tanggal awal dan akhir tahun fiskal untuk laporan pendapatan.

Tahun fiskal setelah tahun kalender mengacu pada dua belas bulan berturut-turut yang dimulai pada 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember.

Tahun fiskal adalah periode dua belas bulan berturut-turut yang berakhir pada hari apa saja di bulan apa pun, kecuali hari terakhir bulan Desember. Ketika tahun fiskal perusahaan kurang dari dua belas bulan, itu hanya dikenal sebagai tahun fiskal pendek.

Sebagian besar perusahaan menggunakan tahun kalender atau tahun fiskal perusahaan sebagai tahun fiskal. Pengecualian untuk ini adalah perusahaan yang harus menggunakan tahun kalender yang berakhir 31 Desember sebagai tahun fiskal mereka, termasuk properti individu.

Baca juga : Beberapa Ide Bisnis Online

Perusahaan-perusahaan ini harus mengakhiri tahun fiskal mereka pada tanggal 31 Desember karena mereka umumnya membayar pajak sebagai perpanjangan dari pemilik tunggal mereka.

Apa pun metode yang digunakan untuk menentukan tahun fiskal, semua perusahaan mengakhiri tahun fiskal mereka setiap tiga bulan, sehingga semua tahun fiskal harus berakhir pada 31 Maret, 30 Juni, 30 September atau 31 Desember.

SPT tahunan dibagi menjadi dua jenis, yaitu untuk individu dan tubuh. Batas laporan SPT untuk individu adalah 3 bulan setelah berakhirnya periode pajak sementara. Sedangkan untuk tubuh sudah 4 bulan.

Definisi SPT bulanan

Perbedaan antara SPT bulanan dan tahunan dapat diketahui berdasarkan periode waktu pengembalian pajak. Surat pemberitahuan pajak bulanan atau bulanan yang digunakan oleh badan usaha atau perorangan untuk melaporkan pajak yang dipotong oleh orang lain.

Pengembalian pajak bulanan memiliki banyak jenis, yang meliputi:

  • Masa pengembalian pajak Pasal 4 ayat (2)
  • Periode SPT Pasal 15
  • Periode pengembalian pajak Pasal 21
  • Masa pengembalian pajak Pasal 22
  • Masa pengembalian pajak Pasal 23
  • Periode pengembalian pajak Pasal 26

Periode pengembalian pajak mensyaratkan bahwa entitas komersial atau individu melampirkan bukti pemotongan.

Batas waktu untuk melaporkan SPT bulanan adalah maksimum pada tanggal 20 bulan berikutnya. Jika laporan cocok dengan tanggal merah, laporan dapat diserap pada hari kerja berikutnya.

Bagaimana? Apakah Anda terbiasa dengan perbedaan SPT bulanan dan tahunan? Untuk membantu Anda menghitung pajak bisnis Anda, percayakan saja kepada Finata, software bisnis online pajak yang paling andal.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*